Sepertinya kuletakkan di sini sebelumnya. Tapi kini ia tidak di tempat sebelum itu. Lalu di mana?
Kucari di setiap sudut. Ia pun tak memperlihatkan bentuknya. Aku terus mencari di bidang yang berbeda. Tak pula kukenali rupanya.
Aku berkeras untuk terus mencari. Kali ini aku mengelilingi putaran bidang itu dari sisi yang lain. Kutelusuri setiap sisi-sisinya. Aaah tampaknya pun tak pukau.
Aku ingat ia kutaruh di tempat sebelumnya. Warnanya masih terlekat di tembok ingatanku. Imajinya masih kukenal sangat. Ia selalu bersamaku.
Tidak aku tidak pernah melepasnya. Ia selalu kugenggam erat. Sepertinya ia pun nyaman bersamaku. Tak pernah ia mengeluhkan obsesiku akan dia. Bahkan ia tak merasa dimilikiku.
Lalu kenapa menghilang? Menghilang ke manakah?
Kutelisik ke tiap lembar, tak juga tersiratkan ia. Kurunuti setiap kata, tapi ia pun enggan terbit. Ia sirna karena entah.
Ke manakah dirimu? Aku kan sudah bilang, jangan hilang. Tapi kini kau menghilang. Aku lemah tanpamu. Aku hilang tanpa kamu.
Karena obsesikukah kamu menghilang? Kenapa tak kau katakan saja, aku rela melepasmu jika itu maumu. Bukankah kita sudah bicara tentang keberadaanmu?
Masih tanpa jawab. Ia pun masih berada dalam khayal yang tak nyata. Bentuknya tak sedikit pun mengintip di relung. Ia hilang. Iya kamu yang hilang itu dan aku terbawa kehilangan imbang.
Pesimis itu mengintip di relung. Jengkel sedikit berbuncah, entah sampai kapan akan berubah jadi marah. Aku masih mengernyit terheran akan kehilangan tanpa sebab ini.
Aaah..ke manakah kamu? Lelah sudah di ujung lidah. Jengah sudah mengaburkan niat di ubun-ubun. Tersenyumku pun tak berdaya tanpa imajinya.
Lalu kupun terdiam tanpa kata. Aku bersembunyi di balik hujan. Aku menyerah lelah di awan-awan. Tak kulihat lagi dirimu. Lemas.
tuuull! kita (kita niy?) hihi ..aku deh bukan pula tipe yang "datang tak diundang, pulang tak dijemput". dan bukan pula yang sembunyi-sembunyi datang dan sembunyi-sembunyi itu pula pergi sehingga hilang..wuss!